SATU HAL YANG TERBAIK
Angin berhembus sepoi, menerbangkan daun-daun kering yang berjatuhan di bawah pohon. Bel masuk kelas sudah dibunyikan. Nirmala masih duduk termenung dibawah pohon. Matanya terus memandangi langit biru yang diterangi cahaya matahari. “Ma, ayo kita masuk kelas. Bel udah bunyi tuh.” Ajak Elvi sahabat dekat Nirmala. Nirmala tak menghirauan ajakan Elvi, matanya terus menyusuri kemana arah awan bergerak menjauh. “ya udah kalo gak mau masuk. Gue tinggalain lo sendiri. Pelajaran buk Meta lo Ma.” Bujuk Elvi sekali lagi seraya pergi meninggalkan Nirmala sendiri. “Vi, apakah salah kalo gue sayang sama Aris padahal gue udah punya Nicho.” Tanya Nirmala mendadak. Elvi tersentak dan menghentikan langkahnya mendengar pertanyaan Nirmala barusan. “Kalo semuanya masih dibatas kewajaran sebagai sahabat, itu nggak masalah Ma. Tapi kayaknya, perasaan lo ke Aris tu bukan kayak perasaan sayang ma sahabat. Tapi lebih dari itu Ma.” Terang Elvi. “Loe bener Vi. Rasa sayang gue ke dia lebih dari sahabat Vi, padahal gue udah punya Nicho sebagai cowok gue Vi. Gue egois ya Vi ? gue udah ngeduain perasaan gue ke Nicho.” Lanjut Nirmala curhat. “Hmmm.. gimana ya Ma. Loe udah pacaran lama ma Nicho, dan loe baru kenal ma Aris. Harusnya lo nggak kasih harapan palsu buat Aris dan harusnya lo jujur sama dia dari awal dia deketin lo. Bukannya biarin dia tambah berharap banget ma lo kayak gini. Loe harus bersifat dewasa ma. Pilih salah satu dari mereka yang paling loe sayang. Jangan loe sakitin mereka ma. Antara Nicho dan Aris, siapa yang paling lo sayang ?” Tanya Elvi sekaligus menasehati sahabatnya itu. “Ya sama Nicho lah Vi. 3 tahun loh Vi. Tapi, gue kadang bete sama dia, dia selalu bandig-bandingin gue sama mantan-mantannya Vi. Gue benci di banding-bandingin. It’s me.” Jawab Nirmala memperjelas. “Yah udah, kalo gitu lo jujur sama Nicho. Kalo lo nggak suka di banding-bandingin sama mantan-mantannya dia. Sekarang kita masuk kelas. Buk Meta ntar masuk duluan lagi, emang lo mau kena omelin ma dia ?” Jelas Elvi dan beranjak pergi menuju kelasnya. “Hmm, iya deh Vi. Gue bakal coba lakuin itu !!!” Ucap Nirmala menuruti ajakan Elvi. *** Di rumah Nirmala
Malam minggu yang cerah. Waktu yang tepat untuk melepaskan penat selama satu minggu bersekolah. Tapi Nirmala hanya menghabiskan waktu malam minggunya di kamar. Nicho yang biasanya datang kerumah Nirmala, malam itu tidak bisa datang karana urusan kuliahnya. Tok tok tok…. Pintu kamar Nirmala di ketuk. “Nirmala, ada temen kamu nih ke rumah. Cari kamu. Temuin sana ! Mama sama Papa mau pergi keluar dulu.” Panggil Mama Nirmala dari luar kamar. “Iya Ma.” Jawab Nirmala mengiyakan. Nirmala keluar kamarnya dan berlalu pergi ke ruang tamu rumahnya. “Malam En kuadrat.” Sapa Aris yang duduk manis di ruang tamu rumahnya. “Hah lo Ris. Ngapain lo ke rumah gue ? Ada angina pa nih ?” Seru Nirmala terkejut. Entah angin apa yang membawa Aris untuk datang ke rumah Nirmala. Perasaan senang bercampur nervous menyelimuti Nirmala. Ia dan Aris duduk berdua di ruang tamu rumah Nirmala. “Gue kangen sama lo Ma. Loe kangen gak ma gue ? Nih gue bawain martabak keju kesukaan lo.” Terang Aris seraya menyodorkan sebungkus martabak pada Nirmala. “Thank ya Ris, tau aja lo. Btw lo ngapain ke rumah gue?” Tanya Nirmala. “Hmm, sebenarnya ada sesuatu yang mau gue sampein sama lo Ma. Gue nggak mau terus kayak gini Ma, lama-lama gue bisa gila.” Terang Aris. “Apaan tuh Ris ?” Tanya Nirmala penasaran. Suasana yang hangat tiba-tiba menjadi dingin dan tegang. Perasaan Nirmala berubah was-was. Aris adalah murid pindahand ari sekolah lain dan sekarang mennjadi teman sekelas Nirmala . Aris baru mengenal Nirmala, tapi ia sudah jatuh hati pada Nirmala. Sikap dan sifat Nirmala yang hangat dan friendly-lah yang membuat Aris menyukainya. Tapi Aris tidak mengetahui bahwa Nirmala sudah memiliki kekasih. “Ma, gue mau nyatain perasaan gue ke elo. Gue sayang ama lo Ma, gue mau lo jadi pacar gue Ma. Gue nggak mau pisah ma loe, gue mau terus bareng sama loe Ma. Gimana Ma, loe mau nggak terima gue jadi pacar loe Ma ?” Terang Aris serius. Nirmala terkejut dengan penuturan Aris. Jawaban apa yang akan diberikannya pada Aris. Nirmala juga mempunyai perasaan yang sama pada Aris, tapi disisi lain ia sudah mempunyai Nicho sebagai kekasihnya. Nirmala hanya diam seribu bahasa tak dapat menjawab pertanyaan Aris. “Ma, jawab Ma. Gue tau ini terlalu cepat. Gue baru kenal lo dan sebalikya lo baru kenal gue. Tapi dari awal gue kenal lo ma, gue ngerasa hari-hari gue cerah dan nggak ngebosanin. So please Ma, Jawab pertanyaan gue !!” Lanjut Aris. “Loe yakin mau dengerin jawaban gue sekarang ?” Suara Nirmala memecah suasana. “Iya Ma.” Jawab Aris penasaran. Nirmala berpikir sejenak. Ia ingin menerima permintaan Aris, tapi bagaimana dengan Nicho? Nicho sekarang kuliah dan jauh darinya. Apa yang ia lakukan sekarang mungkin tidak diketahui oleh Nicho. Ia ingin mencoba menjalani hari bersama Aris, tapi perasaan was-was terus menyelimutinya. “Gue mau terima lo Ris. Tapi gue takut nanti lo bakal kecewa ma gue. Kita jalanin sebagai teman aja ya Ris. Kita ngenalin dulu diri kita satu sama lain di kehidupan sehari-hari tanpa ada ikatan pacaran.” Terang Nirmala meyakinkan hatinya. Aris hanya menundukkan kepalanya, mencoba menerima jawaban atas pertanyaannya. “Okey. Kita pedekate dulu yah Ma. Gue mau lo jadi teman cewek yang paling dekat ma gue dan jadi cewek yang paling istimewa buat gue.” Tambah Aris tersenyum simpul. “Hmm, terserah lo deh Ris, yang penting lo seneng.” Jawab Nirmala ikut tersenyum. “Yah udah Ma, udah malem nih. Gue pulang ya Ma. Nanti kalo mau tidur, jangan lupa buat mimpiin gue.” Seru Aris beranjak dari duduknya berpamitan untuk pulang. “Iya Ris. Hati-hati ya.” Balas Nirmala. Aris sudah pulang. Suasana hati Nirmala masih tetap galau. Entah perasaan apa yang sekarang menyelimuti hatinya. Nirmala masuk ke kamarnya dan membantingkan tubuhya ke tempat tidur. Matanya menatap ke langit-langit kamarnya. Matanya tampak lelah dan perlahan terpejam. ***
Saat istirahat, di ruang kelas
Sudah 2 minggu berlalu. Nirmala menjalani hari-harinya di sekolah dengan bayang-bayang Aris setiap harinya. “Hey Ma. Lo sakit ya ? Dari tadi gue perhaatiin lo nggak bersemangat banget ?” Tanya Aris duduk di samping Nirmala. “Hah.. Nggak ada apa-apa kok Ris, gue baik-baik aja kok. Udah sana deh, gue lagi mau sendiri.” Jawab Nirmala datar. “Lo kok aneh Ma. Tapi yah udah la, gue Cuma mau bilang ke elo kalo gue sayangggg banget ma lo. Dan lo harus tau itu. Okeh.” Seru Aris dan berlalu pergi meninggalkan Nirmala sendiri. Nirmala hanya diam tak merespon perkataan Aris. Semua perkataan Aris sekarang dianggapnya hanyalah sebagai bualan gombalnya semata. Nirmala merasa bersalah pada Nicho atas perbuatannya. Tidak memberi kabar ataupun menanyakan kabar kekasihnya itu. Nirmala juga merasa bersalah pada Aris karana telah memberikan harapan yang tidak mungkin terpenuhi olehnya. ***
Di kamar Nirmala
Kringggg…. Nada panggilan dari handphone Nirmala. “Hallo. Nirmala, nih gue Aris. Gue maen ke rumah lo ntar malem. Lo nggak kemana-mana kan ?” Tanya Aris dari telepon genggamnya. “Iya gue di rumah. Tapi maaf ya gue lagi mau sendiri Ris, gue nggak mau di ganggu, maaf. Lain kali aja.” Jawab Nirmala datar dan menutup sambungan telponnya. ***
Matahari memencarkan cahaya nya yang kemerahan. Burung-burung berterbangan beranjak pulang ke sarangnya. Langit mulai gelap di selimuti awan gelap. “Nirmala mandi dulu nak. Hari sudah sore.” Seru Mama menasehati. “Iya Ma, ntar lagi.” Jawab Nirmala. Nirmala beranjak dari tempat tidurnya bergegas menuju kamar mandi. Menyirami tubuhnya dengan dinginnya air, membalur tubuhnya dengan busa-busa sabun. Seusai mandi, Nirmala menuju ruang keluarga untuk berkumpul dengan keluarganya. “Mala, gimana kabar Nicho ? dengernya sih doi cuti kuliah bentar, trus mau pulang kesini buat refresing gitu. Bener ya Ma ?” Tanya Yogi kakak Nirmala yang duduk disampingnya sembari menonton tv. Nirmala hanya diam tak merespon. Sudah 3 minggu Nirmala lost contact dengan Nicho, dan ia tidak mengetahui kabar Nicho sekarang. “May be.” Jawab Nirmala datar. “Aneh deh lo Ma. Pacar sendiri nggak tau kabarnya gimana.” Celetuk Yogi ketus. “Ah udah lah kak, gue lagi galauuu nih. Gangguin aja lo ah.” Seru Nirmala kesal dan berlalu pergi menuju kamarnya. Yogi hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap adik perempuannya yang berubah jadi aneh. Yogi adalah sahabat Nicho sejak SMP sekaligus sebagai kakak Nirmala. Nirmala menutup pintu kamarnya. Tubuhnya yang mungil dibanting ke tempat tidur. Fikirannya mulai buyar. Dikepalanya hanya ada bayang-bayang Nicho dan Aris. Apa kabar Nicho sekarang ? Aku kangen banget ma kamu Nic, andai kamu disini. Aku ingin ungkapin dan jelasin semuanya ma kamu.Aku nyesel udah jahatin kamu, padahal kamu udah baik benget ma aku. Aku nyesel udah ngasih harapan palsu sama Aris buat jadi pacar aku padahal Aku tau kalo itu semua nggak mungkin. Aku mau jujur tapi aku nggak bisa. Aku takut kalian tersakiti karna aku. Maafin aku Nic, aku nyesel banget. Ucap Nirmala dari dalam hatinya. Matanya barkaca-kaca, seraya memeluk erat boneka teddy bear pemberian Nicho sebelum ia pergi keluar kota untuk kuliah. Nicho I Miss You so much, I’am Sorry Nic. Matanya terpajam dengan terus memeluk bonekanya. ***
Sabtu pagi di rumah Nirmala
Sabtu pagi yang cerah. Mentari memancarkan sinarnya yang hangat. “Vi, buatin gue surat ya. Gue nggak enak badan, suerr deh. Plisss buatin yah Vi..” Mohon Nirmala dari telepon. “Iya deh Ma. Enak ya liburan teruss. Moga cepat sembuh aja ya Ma. Dah ah, udah siang nih ntar gue telat ke sekolah.” Balas Elvi dan menutup pembicaraan. Nirmala masih berbaring di tempat tidurnya. Kepalanya terasa berat, tubuhnya terasa hangat. “Ma, nih minum obat dulu, biar cepat sembuh. Papa sama Mama pergi keluar kota jenguk nenek. Jadi kakak yang jagain kamu di rumah, tapi kakak pagi ini ada jadwal kuliah. Gimana dong ?” Terang Yogi pada adik perempuannya. “Iya kak. Mala sendiri di rumah juga nggak apa-apa kok.” Jawab Nirmala lirih. “Nggak Mala. Tadi kakak udah telpon temen kakak buat jaga kamu di rumah, dia juga udah setuju kok. Okeh, kakak mau siap-siap dulu. Jangan lupa minum obatnya.” Tambah Yogi dan berlalu pergi. Nirmala meminum obat yang dibawakan kakaknya dan menyantap roti berselai coklat. Sekarang Nirmala hanya tinggal sendiri di rumah. Menunggu kedatangan teman kakaknya yang akan menemaninya. “Mala, kamu dikamar ya ?” Tanya suara dari luar kamar Nirmala. Suara yang tidak asing lagi di telinga Nirmala. “Iya. Masuk aja.” Jawab Nirmala bernada. Sosok seorang laki-laki sebaya kakaknya masuk ke kamar Nirmala. Sosok lelaki yang tak asing lagi bagi nya. “Kak Nicho ?” Seru Nirmala terkejut bangun dari tidurnya. “Iya Mala. Kamu sakit ya ? Tadi Yogi telpon kakak suruh kesini buat temenin kamu di rumah.” Terang Nicho dan duduk di samping Nirmala berbaring. Nirmala tertunduk lemas. Wajahnya tampak pucat. Tanpa jawaban dari penuturan Nicho, Nirmala tiba-tiba memeluk Nicho dan menagis di pelukannya. “Kamu kenapa Mala ?” Tanya Nicho kaget dan menenangkan Nirmala. “Kak, maafin Mala. Mala udah jahat ma kakak, Mala nyesel ngelakuinnya kak. Mala minta maaf kak.” Tutur Nirmala terus menangis. Nicho semakin heran dengan penuturan Nirmala. “Iya Mala, kakak maafin kok. Kamu nggak salah apa-apa sama kakak, kakak yang banyak salah ma kamu Mala. Kakak selalu banding-bandingin kamu sama mantan kakak. Kakak yang seharusnya minta maaf sama kamu bukan kamu.” Terang Nicho menenangkan Nirmala. Nirmala terdiam mendengar penuturan Nicho dan melepaskan pelukannya. Nicho mengusap air mata yang jatuh di pipi Nirmala. “Maksud kakak apa ?” Tanya Nirmala menarik tangan Nicho yang mengusap air matanya. Nicho menghela nafas panjang, terdiam sejenak. “Maffin kakak ya Mala. Selama ini kakak nggak jujur ma kamu. Udah hampir 1 bulan ini kakak jalin hubungan dengan mantan kakak. Tapi sekarang kakak sadar Mala, kakak salah. Dan kakak udah mutusin buat tetep sama kamu dan ninggalin kenangan lama kakak sama dia jauh-jauh. Kalo kamu mau marah ma kakak, kakak nggak apa-apa. Kakak terima Mala.” Tutur Nicho jujur dengan rasa bersalah. Nirmala terdiam mendengar penuturan Nicho yang jujur padanya. Dirinya semakin merasa bersalah. Nicho sudah berkata jujur padanya, tapi ia tidak berkata jujur padanya. Nirmala di hantui rasa bersalah pada Nicho. Air matanya menetes lagi dan sekarang tambah menjadi. “Maafin Mala kak. Mala juga salah ma kakak. Mala janji buat ngubah sikap Mala dan nggak bakalan ngulangin hal ini lagi, Mala janji kak.” Ujar Nirmala menagis dan menundukkan kepalanya. Nicho menenangkan Nirmala dan membujuknya agar tidak terus merasa bersalah padanya dan berhenti menangis. ***
Di ruang kelas
“Mala ? Loe nggak apa-apa kan ? Loe masih nggak enak badan ya Ma ?” Tanya Elvi sembari duduk di samping Nirmala. “Enggak apa-apa Vi. Gue udah sehat kok. Tapiii…” Jawab Nirmala terpotong. “Tapi apa Ma ?” Tanya Elvi penasaran. “Vi, kemaren Nicho kerumah. Dia bela-belain ambil cuti kuliah Cuma buat liat gue doang Vi. Gue jadi ngerasa bersalah sama dia Vi. Gue harus gimana Vi ? Apa gue harus bilang jujur sama Aris kalo gue udah punya cowok, tapi gue takut kalo dia nantinya kecewa sama gue dan marah sama gue Vi. Gue harus gimana dong Vi ?” Jelas Nirmala meminta pendapat. “Yahh, kalo menurut gue sih loe emang harus bilang jujur sama Aris kalo loe udah punya cowok. Kalo resiko dia marah atau kecewa sama dia itu udah jadi resiko yang harus loe tanggung Ma. Karna loe yang buat Aris berharap banget sama loe. Jadi apapun resiko nya loe harus terima itu. Gimana sama Nicho, dia udah tau semuanya belum ?” Terang Elvi dan kembali bertanya. Nirama diam sejenak menarik nafas panjang dan memeberi jawaban atas pertanyaan Elvi. “Belum Vi. Gue takut mau bilang jujur sama dia. Dia terlalu baik sama gue Vi, gue nggak mau dia kecewa sama gue.” Jawab Nirmala polos. Elvi ikut menarik nafas panjang. “Mending loe jelasin semuanya daripada nanti semuanya tambah kacau kayak gini Ma.” Tambah Elvi. “Oke, gue bakal coba.” Seru Nirmla mengiyakan.
Sepulang sekolah, di rumah Nirmala
“Ris. Gue mau ngomong dulu sama loe. Ada waktu nggak ?” Tanya Nirmala. “Slalu ada dong buat my princes. Apa yang mau loe omongin Ma ? Loe mau bilang kalo loe sayang sama gue ?” Tanya Aris dan tertawa terkekeh. “Gue serius Ris.” Jawab Nirmala tegas. Aris diam sejenak dan mencoba memahami maksud Nirmala. “Ris, gue mau minta maaf sama loe. Gue udah salah selama ini sama Loe dan gue nggak ngomong jujur dari awal sama loe. Semua emang salah gue. Jadi gue minta maaf sama loe dan gue mau jelasin semuanya sama loe.” Terang Nirmala dengan nada serius. “Emang loe salah apa sama gue sampe loe minta maaf sama gue ?” Tanya Aris penasaran. “Ris, selama ini gue udah punya cowok dan gue sayang banget sama cowok itu. Awalnya gue nggak yakin sama dia sikap dia ke gur dan gue putusin buat coba buat deket sama loe. Tapi sesudah gue jalanin ini semua sama loe, kayak nya gue nggak bisa lanjutin semua ini bareng loe. Itu semua Cuma hasrat sesaat gue. Gue nggak mau nyakitin lo. Gue minta maaf banget Ris sama loe.” Jawab Nirmala merasa bersalah. “Jadi, maksud loe nerima gue kemaren apa Ma ?” Tanya Aris lagi meminta penjelasan. “Gue nerima loe kemaren karna gue nggak mau loe jauhdari gue dan gue nggak mau loe kecewa sama gue. Gue sayang sama loe dan gue nggak mau loe sakit Ris. Jadi, gue ambil keputusan buat deket dulu sama loe dan coba buat ngertiin loe. Tapi setelah gue coba, kayaknya gue bukan cewek yang pantas buat lo Ris dan gue udah terlalu jahat buat loe Ris.” Jelas Nirmala lirih dan meneteskan air matanya. “Gue ngerti. Sudah lah Ma loe nggak usah nangis buat gue. Gue tau loe cuma kasian sama gue makanya lo terima gue dan nggak lebih dari itu. Loe cuma coba hargain perasaan gue. Gue tau maksud loe kok Ma. Gue maafin loe dan gue udah tau dari awal. Makasih Ma, karna loe udah mau ngertiin perasaan gue dan ngasih kenangan indah walaupun sesaat buat gue. Makasih banget Ma.” Jelas Aris dan berlalu pergi. “Maafin gue Ris, gue gak mau loe lebih kecewa lagi sama gue. Jadi, mungkin ini yang terbaik buat loe dan gue. Maafin gue Ris.” Sahut Nirmala tersedu-sedu dan Aris berlalu pergi dengan motornya tanpa memperdulikan Nirmala. *** Saat istirahat, di taman sekolah
“Hey Mala ? Are you okey ?” Tanya Elvi dan duduk di sebelah Nirmala. “Lagak loe Vi. Gue lagi galauu tingkat dewa. Loe tauu ?” Jawab Nirmala ketus. “Haaa, cungguh, enelan, ciyus, mie apa ? mie oyeng, mie uah, mie buss. Hahaha, Mala Mala.” Jawab Elvi bercanda. “Gue seriuss Vi. Gue lagi bingung banget nih.” Sahut Nirmala serius. “Masalah Aris lagi ? iya gue tau. Tadi Aris cerita sama gue. Dia bilang dia ngerti masalah loe dan dia ngerti kenapa loe kayak gini. Tapi dia juga kecewa sama loe Ma. Dia bilang sama gue, harusnya loe dari awal nggak usah terima dia dan bilang jujur aja sama dia, kalo loe udah punya cowok. Jadi dia nggak lebih kecewa lagi kayak gini Ma. Dia bilang sama gue juga, dia udah maafin loe dan sekarang dia mau jadi temen loe lagi dan nggak lebih dari itu.” Terang Elvi tambah serius. Nirmala terdiam. Semua emang salah gue, maafin gue Ris. Gue emang udah jahat benget sama loe. Harusnya loe benci sama gue,bukannya care sama gue. Ttapi gue makasih banget sama loe karna lo udah mau maafin gue dan loe masih mau jadi temen gue. Makasih banget Ris. Bisik Nirmala dalam hati kecilnya. “Makasih Ris. Ya udah Vi, yuk kita ke kelas. Gue mau ngucapin makasih ma dia.” Ajak Nirmala tersenyum simpul. Elvi mengikuti ajakan Nirmala dan mengikuti nya menuju ke kelas.
Di rumah Nirmala
Aku nggak mau semua sakit karna aku. Aku ingin semua bahagia, bukan sedih karna aku. Maafin aku Nicho, maafin aku juga Aris. Semua memang salah aku, karna udah kasih harapan banyak ma kamu. Dan aku udah ngecewain kamu Nicho, maafin aku Nic. Tapi, sekarang aku udah agal lega, karna udah bilang jujur sama dia tentang semua ini. Nirmala menyesali perbuatannya. Matanya merah, air matanya menetes dan tarsus menetes. “Nirmala, kamu di dalam ?” Tanya Nicho dari luar kamar Nirmala. “Haa, iya kak,. Mala di dalam, masuk aja nggak di kunci kok.” Jawab Nirmala dan mengusap air matanya. “Mala, kamu baik-baik aja kan ? kamu kenapa nangis ?” Tanya Nicho mendekati Nirmala. “Kak maafin Mala ya ??” Kata Mala terbata-bata. “Maaf karna apa Mala ? kamu salah apa sama kakak ? kemarin juga udah minta maaf.” Tanya Nicho heran. Mala menjelaskan semua yang ingin ia kkatakan pada Nicho. Kesalahan Nirmala yang menjadi batu pengganjal di hatinya. Dengan derai air mata Nirmala menceritakan kesalahannya pada Nicho. Nicho hanya tersenyum simpul melihat Nirmala. Di hatinya ada rasa kesal dan marah pada Nirmala, tapi itu semua ia simpan rapat-rapat dan tak ia ungkapkan pada Nirmala. Nirmala sudah berkata jujur dan penuh penyesalan atas apa yang telah ia lakukan padanya. “Iya Mala. Kakak maafin semua itu, dan kakak juga minta maaf atas kesalahan kakak tempo hari lalu. Kakak sayang sama Mala, dan kakak bakalan bikin Mala bahagia walaupun kakak tersiksa dengan semua apa yang Mala lakuin ke kakak dan kakak akan lakuin apapum untuk buat Mala bahagia.” Seru Nicho menghapus air mata Mala yang menetes dan memeluknya dengan hangat. Mala hanya tersenyum dan membalas pelukan Nicho. Nirmala sayang kakak. Kakak, you’re my life, you’re my angel, and you’re my everythings. I will very afraid if I lost you in my day. I hope you always stay in my story. Thank you very much
***
0 komentar:
Posting Komentar